This happens every time I want to cuddle our cat Cherry. She hates me. She even ran away when she saw me.
(Source: h0gwarts)
This happens every time I want to cuddle our cat Cherry. She hates me. She even ran away when she saw me.
(Source: h0gwarts)
Disclaimer: Dengan memindah note FB saya dan menyalin beberapa kata-kata Om Utoro disini bukan berarti saya ini stalker, saya disini hanya ingin berbagi, karena saya merasakan betapa kasih sayang & cinta yang dimiliki seorang Ayah pada putrinya, sedemikian besar.
In memoriam Cindy, teman yang sangat ceria 1985-2009
Secara tidak sengaja saya membuka profile salah seorang teman yang baru meninggal beberapa waktu lalu, dan menemukan wallnya dipenuhi oleh kata- kata ayahnya yang berisikan tentang kerinduan, ketabahan, keikhlasan, serta kebanggan terhadap anaknya.
Om Utoro menjadikan halaman itu untuk berkomunikasi secara tak langsung. Betapa saya bisa merasakan rasa kehilangan yang sangat mendalam dan pencarian makna ikhlas didalamnya.
Memang benar kasih orang tua itu sepanjang masa, waktu ini yang kita punya, sayangilah mereka, selama masih ada.
Sebelumnya saya memohon maaf kepada Om Utoro untuk memposting kata-katanya, mungkin om belum mengenal saya dan maaf sudah lancang memuat ini. Harapan saya, banyak org yang membaca ini kemudian diingatkan, seperti saya yang tiba-tiba merasa terharu, sedih dan teringat bahwa hidup ini harus diisi dengan hal-hal yang baik bersama orang-orang yang dicinta.
Semoga bermanfaat bagi semua yang membaca..
2009
Utoro
Berkali papa dengar, harta adalah titipan Nya. Berkali Papa paham, anak pun titipan Nya, yg dpt ‘diambil’ kembali. Yang Papa yakini, pasti ada hikmah dibalik itu semua. Saat kamu lahir, hanya kamu yg menangis, sementara kami semua tertawa. …Semoga saat kami semua menangis melepaskan kamu, hanya kamu yg tersenyum menatap taman surga mu, ditempat mu yg baru…. Amin
August 9 at 4:41pmand the tears fall down..
Serius ini sedih banget. Gue baca pas ujan dan nangis sedihnya minta ampun. Nggak tau kenapa ini gaya ngomongnya mirip bokap gue kalo ngomong serius. Jadi sedih.
From yesterday’s keynote.
Steve Jobs’ empty chair at yesterday’s Apple keynote.
Sad :’( rest in peace Steve Jobs.
Never mind, I'll find someone like you,
I wish nothing but the best for you, too,
Don't forget me, I beg,
I remember you said,
"Sometimes it lasts in love,
But sometimes it hurts instead" (X)
Gue bingung kenapa tiba-tiba internetan dan nyari speech-nya Dalai Lama. Apa karena mulai tua ya? Engga deng, sebenernya karena gue merasa Dalai Lama ini bijaksana gitu padahal Dalai Lama itu ada berapa gue juga nggak tau. Maksudnya apakah Dalai Lama kayak Paus yang ganti-ganti apa gimana juga entahlah. Banyak banget yang gue nggak tau dalam hidup hampir seperempat abad ini. Sedih ya.
Ada hal-hal menyedihkan yang terjadi dalam hidup gue belakangan ini. Misalnya, Kamis tanggal 15 September kemarin harusnya gue menghadiri pembukaan Festival Grafis Berseni (FGB) yang digawangi anak Seni Grafis ITB, bukan Desain Grafis lho, SENI. Itu sebabnya nama acaranya Festival Grafis Berseni karena nggak semua grafis itu berseni. Ada grafis berdesain, ada grafis kemasan, ada grafis novel, ah sudahlah.
Sebenernya gue ikutan pamerannya, kolaborasi sama si Sendi Adrianov itu. Berhubung karya gue kami instalasi, jadinya rada ribet deh dan kami harus nongkrongin itu karya dipasang bla bla beberapa hari sebelum hari H. Kira-kira semingguan. Nggak apa-apa deh, soalnya ini pameran pertama gue. Aduh cupu ga sihhh udah tingkat empat tapi baru pameran sekali ini aja di luar pameran wajib waktu TPB?! Jangan ditiru ya. Berhubung ini pameran pertama gue dan diadakan di tempat yang aduhai, Lawang Wangi, makanya gue dengan heboh menuntut Ibu, Bapak, Adek untuk dateng. Excited lah mereka. Bapak ambil cuti, Adek rela bolos Jumatnya padahal lagi ada ujian, dan Ibu bawain empat pasang sepatu buat gue pake bergantian dalam kurun waktu dua jam. Engga deng, buat pilihan-pilihan aja.
Tetapi, unfortunately, saat gue pulang dari Lawang Wangi tanggal 15 dini hari untuk mendisplay, gue menggigil. Taunya demam. Sampai paginya tetep demam, muntah, tenggorokan sakitnya luar biasa sampe nelen aja gue pelan-pelan, dan tetep berasa sakit sampe kuping. Keluarga gue dateng dan menemukan gue terkapar di kamar kosan gue yang serupa gudang, lalu memboyong gue ke hotel sambil mengomel.
“Kamu kamar berdebu! Tidur mangap, debu kan masuk! Pantes tenggorokan sakit!”
Gitu deh, menyakitkan sekali karena pada pukul tujuh malam di mana seharusnya gue sekeluarga ada di pembukaan FGB dan gue berpetualang dari depan satu kamera ke kamera lain demi mendapat banyak tag di Facebook (rendahan), nyatanya saat itu gue sedang muntah-muntah panas di hotel sambil dibawa ke RS Borromeus. Plus badan gue dengan misterius gatel-gatel merah-merah dan Ibu menduga bahwa gue alergi.
Di RS gue diperiksa. Ternyata panas sampai 40 derajat dan dokter melihat amandel gue bengkak sampai dua-duanya nempel. Entah ya ini dokter nggak sensitif apa bagaimana terhadap gue yang pengen muntah, dia malah manggil ibu mendekat buat lihat amandel gue dan menekan lidah gue pake… apa sih itu, semacam stik es krim buat nahan lidah. Gue ber-“HOEK” di depan mukanya dan dia terperanjat kaget. Untung ga muntah, sementara gue berargumen lemah, “Eneg Dok, eneggg.” Gue juga mengeluh badan gatel-gatel dan dokternya bilang itu normal. Karena panas tinggi, bisa menyebabkan gatel di tubuh. Ya, ya. Terus ambil darah sedikit, ada infeksi katanya.
Malemnya Sendi dateng mengunjungi di hotel membawa keripik balado yang disambut gembira adek gue yang tersipu dan memeluknya (memeluk si keripik maksudnya) serta berjanji akan menghemat-hemat makannya. Dia membawa katalog FGB dan gue sedih banget ngelihatnya. Selain katalog FGB, dia membawa pula sekeranjang cerita gibah ngomongin orang. Ya ampun bukannya bawain buah kek. Tapi nggak apa-apa, ketimbang buah ga bakal gue makan, mendingan sekeranjang gibah yang langsung gue lahap dalam tawa lemah.
Besoknya masih panas juga, tenggorokan agak berkurang sakitnya, gatal-gatal masih lanjut. Ibu yang khawatir memboyong gue kembali ke Jakarta sampai detik ini. Detik ini masih gatal juga dan merah dan Ibu berpikir bahwa gue kena campak karena gejala-gejalanya persis banget. Untuk memastikan, sore nanti ke dokter lagi untuk memeriksa apakah ini campak atau kenapa atau gatel karena gue jarang mandi tapi yang terakhir ini ga mungkin ah kan gue rajin mandi.
Okelah sekian. Intinya gue sedih rencana hancur semua gara-gara sakit. Huff-ness.
Someone Like You by Adele.
Never mind, I’ll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don’t forget me, I beg I’ll remember you said
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead
Sometimes it lasts in love But sometimes it hurts instead, yeah.
Ini lagu sedihnya nggak tau lagi.
GUE MAU LO SEMUA IKUT NANGIS!!!
*emosional*
Sumpah ini sedih banget. Nonton dua kali masih mewek.
Kenapa sih ini sedihhhh….
(Source: lovequotesrus)
Oh my God it’s so true and it makes me really sad. Stereotypes are scary.
Via ladycanna, orangebeyondblue, savingyousoon.
My best friend died in a car accident on his way to deliver me soup for my cold.
Found in the car was also a bouquet of flowers and a card that read:
“We’ve been best friends for the last 5 years. Now, let’s be lovers for the next 50.”
Unforgettable LGMHsuper sweet like caramel popcorn, unyuuuuu~ hahaha
Ini sedihnya parah sumpah, gue nangis.