wolfhard:

kingofooo:

Wake Up/Escape from the Citadel promo by writer/storyboard artist Steve Wolfhard
Adventure Time: Season 6 begins



Super excited about this one. It’s a biggie.

wolfhard:

kingofooo:

Wake Up/Escape from the Citadel promo by writer/storyboard artist Steve Wolfhard

Adventure Time: Season 6 begins

Super excited about this one. It’s a biggie.

Mimpi yang Menembus Batas Antara Realita dan Ruang Simulakra

Awalnya kata simulakrum didefinisikan sebagai sebuah representasi, namun Baudrillad berpendapat bahwa simulakrum menyimpan makna lain yang tidak sekedar tiruan realitas, namun menjadi realitas itu sendiri.

Gitu sih katanya. Gak relevan kayaknya ama apa yang mau gue omongin (ya terus kenapa lo tuleeees). Sebenernya karena belakangan ini gue minder ngebaca blog beberapa kawan yang makin hari makin berbobot aja dan bikin gue mikir apakah di umur segini gue harus mulai mengubah arah tulisan gue menjadi lebih sarat perenungan ya? Makanya gue jadi berpikir apakah menghubungkan peristiwa dalam hidup gue dengan filsafat akan meningkatkan kwaliteit hidup?

Kayaknya engga ya?

Shit, dikit lagi gue umur 25.

ANYWAAAAY, jadi gini sih sebenernya, tulisan ini gue bikin segera setelah gue bangun tidur karena mimpi yang nyambung sama kejadian di dunia nyata. Pernah kan lo ngalamin? Di tataran terendah dan terhinanya mungkin mimpi pipis yang kemudian jadi ngompol beneran.

Gue pernah beberapa kali mimpi-mimpi berkelanjutan gini. Waktu itu di mimpi gue lagi tidur aja yang normal di kamar gue. Terus di dalam mimpi gue kebangun gara-gara kaki gue geli. Pas gue liat, ternyata ada bapak-bapak gak tau siapa, kumisan, berlutut di kaki tempat tidur gue, dan ngejilatin jari-jari kaki gue sambil ngelihat tepat ke mata gue. Saking freak out-nya, gue sampe kebangun beneran coba.

Taunya kucing gue si Cherry yang lagi ngendus-ngendus kaki gue….

Terus yang kedua baru aja kejadian beberapa hari yang lalu. Gue lagi rapat di sebuah ruangan sama tiga orang lainnya. Orang pertama gue ga ngeh siapa, orang kedua Ridwan Kamil, dan orang ketiga temen gue anak Interior Kumara Keke. Komposisi yang random banget pokoknya. Kita lagi rapat untuk pembangunan jembatan gitulah kayaknya.

"Untuk pembangunan jembatan, gimana kalau kita nunggu material dari jembatan yang mau dibongkar itu aja. Jadi bisa menekan biaya."

"Biar murah gitu ya?"

"GAK BISA GITU DONG!" » ini tiba-tiba jadi marah-marah.

"Keselamatan gimana?"

"Ya abisnya gue belom siap!"

Pas gue kebangun ternyata ibu sama bapak gue lagi berdebat tentang mau pergi pijet jam berapa. Bapak mau jam 10 pagi tapi ibu maunya sore karena belom kelar nyuci baju.

Mimpi berkelanjutan yang terbaru kejadian pagi ini. Di dalam mimpi gue lagi tidur dengan normal seperti keadaan sebenarnya. Tiba-tiba ada yang ngebel. Gue ngulet-ngulet males sambil ngedumel kenapa pagi-pagi ada yang ngebel. Paling tukang sampah, jadi gue dalam mimpi lanjut tidur lagi.

Terus belnya bunyi lagi. Gue cuekin aja. Taunya kali ini lebih hostile. Ada yang ngomong pake toa mesjid.

"Tolong buka pintunya! Di sini sudah datang Farhat Abbas dan FPI!"

Lalu disusul bunyi bel lagi.

Gue kaget kan watdefak banget rumah gue didatengin Farhat Abbas sama FPI. Gue kemudian jalan ke ruang tamu dan ngintip dari jendela. Di jalanan depan rumah gue terparkir beberapa mobil kijang dan lelaki-lelaki bergamis putih. Di salah satu mobil yang parkir tepat depan pager gue ada lelaki bergamis dan berpeci putih yang lagi ngerokok. Dari bahasa tubuhnya yang petentengan, kayaknya dia leader FPI.

Yang ternyata Haddad Alwi.

Gue familier dengan beberapa mitos seputar Haddad Alwi. Mungkin itu alesan gue didatengin. Adek gue selama ini ngira Haddad Alwi buta, intern di kantor gue Ian percaya bahwa Haddad Alwi pedofil karena selalu nyanyi sama bocah cilik (“Tuh buktinya waktu Sulis udah gede dia dicampakkan dan Haddad Alwi menggandeng Vita!” Kata Ian berargumen), dan gue pernah ketemu Haddad Alwi di Carrefour yang di mana di sini adek gue baru tau Haddad Alwi gak buta(“Loh Mbak kok Haddad Alwi bisa jalan sendiri, dia gak buta ya!”).

Gue akhirnya ngebuka pintu. Haddad Alwi dengan raut bengis melempar rokoknya ke jalan dan menghampiri dengan petentengan. Gaya-gaya habib FPI gitu. “Ibu ada?” Katanya.

"Oh ada. Sebentar ya."

Setelah menutup pintu, gue bergegas ke kamar nyokap gue. Ternyata dia lagi mandi.

"Bu, ada Haddad Alwi bu kenapa ya? Pake bawa-bawa FPI segala!"

"Ah cuekin aja," dan ibu gue mandi lagi.

Bel berbunyi lagi. Gue kebingungan dan akhirnya masuk ke kamar. Crowd FPI yang diketuai Haddad Alwi mulai ribut.

Bel bunyi lagi.

Terus gue bangun.

Taunya emang beneran ada yang ngebel-ngebel dan pas gue buka ternyata supir kantor bokap mau ambil mobil.

Yah setelah dipikir-pikir mungkin hikmahnya adalah gue bakat gabung sama tim Inception dan daripada baca Hiperrealitas, mending dari sekarang gue lebih mendekatkan diri dengan primbon.

Look what just came! Thank you @awt__ what an amazing piece you made, you guys rawks!!! Thank youuuuu! #totebag #apparel

Look what just came! Thank you @awt__ what an amazing piece you made, you guys rawks!!! Thank youuuuu! #totebag #apparel

I really like this little jam shop at Ubud :)

I really like this little jam shop at Ubud :)

brianmichaelbendis:

Darth Vader and Son - By Jeffrey Brown

(Source: the-comics-sans)

The most beautiful cooking show I’ve ever seen. Check the playlist here!

Ghina Fianny (°1989, Jakarta, Indonesia) is an artist who mainly works with painting. By applying abstraction, Ghina tries to increase the dynamic between audience and author by objectifying emotions and investigating the duality that develops through different interpretations.

Her paintings doesn’t reference recognisable form. The results are deconstructed to the extent that meaning is shifted and possible interpretation becomes multifaceted. By examining the ambiguity and origination via retakes and variations, she creates intense personal moments masterfully created by means of rules and omissions, acceptance and refusal, luring the viewer round and round in circles.

Her works never shows the complete structure. This results in the fact that the artist can easily imagine an own interpretation without being hindered by the historical reality.

-

500 Letters

Try this artist bio generator. Meyakinkan banget ga sih hahaha!

The Indian Sanitary Pad Revolutionary

Boys, have you ever walked into a minimarket and bought a pack of menstrual pads for your poor little darlings because she was suffering from monthly endometrium-shedding and horrible cramps so she couldn’t go anywhere?

How did you feel? Shamed? Violated? Molested? Emasculated?

…or you bluntly refused to help?

Read this tale of love, care, and bravery performed by an ordinary Indian man who saw what his wife’s going through every months and prove, that chivalry is not dead.

I’m not sure which is worse: intense feeling, or the absence of it.
- Margaret Atwood

(Source: rabbitinthemoon)

Anonymous MESSAGED:
hi you. one day soon we shall meet. we use to have a thing in common. but now its all yours. do takecare ;)

Ga sengaja buka message, nemu ini. Apa ya ini misterius banget hahahaha

Islam plays a part in my life and everything I do, to a certain extent… I don’t like putting my religion out there, I don’t like wearing it like that, because I don’t want people to look at me as the poster child for Islam. I’m not. I don’t want them to look at my flaws and be like, ‘oh, that’s the flaws of Islam’.
- Lupe Fiasco